|
[ Overview | Price |
Technology ]
Dalam sistem TV kabel, sinyal dari berbagai kanal disalurkan melalui "sepotong" frekuensi
sebesar 6MHz saja dari pita frekuensi yang ada dan dikirimkan melalui kabel
ke pelanggan. Dalam beberapa sistem, kabel koaksial hanya media untuk mendistribusikan
sinyal. Di sistem lain, kabel fiber optic ditarik dari perusahaan penyedia layanan
TV kabel ke berbagai wilayah utama. Di tempat tersebut kabel fiber optic diubah
sinyalnya untuk dialirkan menggunakan kabel koaksial ke rumah-rumah pelanggan.

Bandwidth internet
dialirkan ke pelanggan sama halnya dengan mengalirkan kanal siaran televisi.
Bahkan upstream menggunakan sedikit frekuansi saja, sekitar 2 MHz, dengan asumsi
kebanyakan pengguna Internet lebih banyak melakukan download daripada upload.
PERANGKAT
Untuk mengalirkan
upstream dan downstream pada TV kabel memerlukan dua tipe perangkat: cable modem
pada sisi pelanggan dan sebuah Cable Modem Termination System (CMTS) pada sisi
penyedia layanan TV kabel. Cable modem dapat berupa perangkat internal atau
eksternal pada sebuah PC. Dalam beberapa kasus, cable modem dapat berupa bagian
dari sebuah set-top cable box, yang hanya membutuhkan keyboard dan mouse untuk
dapat berinteraksi dengan Internet. Perangkat
CMTS mengumpulkan lalu lintas data dan meneruskannya ke ISP. Pada sisi penyedia
layanan TV kabel terdapat server yang berurusan dengan billing, logging, DHCP
(dynamic host configuration control, bertugas melakukan assign IP address ke
pelanggan) dan server untuk mengontrol protokol DOCSIS (Data Over Cable Service
Interface Specification, sebuah standar yang digunakan di Amerika untuk sistem
Internet via TV kabel).
Data downstream
mengalir ke semua pelanggan yang terhubung seperti network Ethernet, terserah
perangkat pada setiap koneksi untuk memutuskan apakah sebuah blok data adalah
untuknya atau bukan. Pada sisi upstream, data dikirimkan dari pelanggan ke CMTS
dan pelanggan lainnya tidak akan dapat melihatnya sama sekali. Bandwidth upstream
yang sempit itu dibagi dalam satuan waktu, yaitu dalam milisecond, yang mana
dalam satuan waktu tersebut seorang pelanggan dapat melakukan sekali "semprot"
data ke Internet.
Perangkat CMTS
memungkinkan seribu orang terkoneksi ke Internet melalui sebuah kanal 6 MHz.
Bila sebuah kanal mampu menampung 30 hingga 40 megabit perdetik maka ini sudah
lebih cepat daripada koneksi dengan modem dial-up 56K. Bagaimanapun juga penggunaan
kanal tunggal ini mempunyai efek bagi para pengguna cable modem. Bila Anda sudah
terkoneksi duluan ke Internet melalui sebuah kanal yang masih kosong, maka Anda
dapat memanfaatkan seluruh bandwidth hanya untuk keperluan Anda. Namun seiring
dengan adanya penambahan pelanggan baru, terutama pelanggan yang boros bandwidth,
Anda terpaksa harus berbagi bandwidth dengannya dan Anda akan merasakan penurunan
unjuk kerja yang signifikan.
Mungkin saja terjadi,
pada saat koneksi penuh, unjuk kerja akan jauh dibawah teori. Berita baiknya,
penurunan unjuk kerja ini dapat diatasi dengan menambahkan kanal baru dan membagi
rata jumlah penggunanya. Satu lagi keuntungan cable modem adalah unjuk kerjanya
tidak dipengaruhi jarak antara pelanggan dan CMTS.

PRO DAN KONTRA
Keunggulan LAN
via TV kabel:
·
Pelanggan tidak
perlu mengorbankan jalur telepon mereka.
·
Secara teori
berkecepatan tinggi.
·
Jarak tidak
mempengaruhi unjuk kerja.
Kekurangan LAN
via TV kabel:
·
Berbagi bandwidth
dengan pelanggan yang boros bandwidth
dapat menurunkan
kecepatan.
·
Koneksi asimetris
menyebabkan upload lebih lama daripada download.
·
Layanan ini
tidak tersedia di semua wilayah.
Taken
from How Stuff
Works
|